SELAMAT DATANG DI BLOG SHINTA

Senin, 23 Januari 2012

aku BAHAGIA

kemarin aku memang layaknya pagi yang payah, bermuram durja karena guyuran hujan yang tidak membiarkanku sedikit saja merasakan hangatnya mentari,bahagia itu bisa kita ciptakan sendiri tanpa harus kita menunggunya , namun pagi tadi membhttp://www.blogger.com/img/blank.gifuatku tersadar jika senja terlalu cepat datang, dan membiarkan pelupuk mataku lekas terpejam tanpa aku merangkum bahagia apa hari ini yang sedang aku rasakan ,.
berharap esok aku takkan seperti pagi tadi yang payah, berharap hujan tak menyapa dan membasahiku lagi. secupak derma ku genggam dalam peraduan dan mimpiku.

benar saja, pagi ini tidak huja. pagiku benderang dengan sapaan mentara nan garang. jemariku melentik diatas baitan paragraf yang siap menorehkan rangkuman-rangkuman bahagia hari ini, sebelum senja datang. aku bahagia karena segala hal telah ku hadapi, basah dari sang hujan hingga kesabaranku menanti pegi dengan hangat mentari meski berhari-hari. inilah jawaban dari kesabaranku.

Minggu, 26 Juni 2011

pria itu bernama Adit..



sebut saja nama itu Adit.
hah.. dalam samar aku menyayanginya
dalam lamunan aku merindunya
namun dalam kesadaran aku jenuh padanya

dia terlalu jauh untukku rengkuh
dia terlalu dingin untukku peluk
dia terlalu tinggi untukku gapai, dan
dia terlalu sempurna untukku miliki

sosok itu dalam diamm merayap dalam reluh hatiku
mengobrak-abrik sisi hatiku yang belum terjamah
meski sebenarnya, hatiku telah hancur sebelum "adit"
ini terlalu rumit untukku mengerti

sosok itu kian mendekat.
namun kala inginku rengkuh bayangan itu menjauh
hingga yang ada hanya memberikanku punggung,
punggung rata dan tanpa sapa

disini aku bermunajat
entah apa yg aku gumamkan.
entah apa yang aku minta
yang ku ingat hanya untuk adit.
ahc bodohnya....

ntah setan apa yang telah membawa adit
dalam lamunan dan imaginasiku
hanya restu Illai Robbi
yang dapat memutarkan hati Adit untukku
yah hanya untukku...

Jumat, 11 Februari 2011

dalam derap aku lelap


Berawal dari akhir
Namun berakhir dari awal
Hufh . . . . .
Seperti jelaga pada seluruh muka
Tak pernah sadar bhwa aku tanpa rupa
Hitam . . . Hitam . . . . Dan Hitam . . . !

Tak ada usaha yg tak mungkin
Aku telah menepis hatiku
Aku telah mengurung jiwaku
Hingga yg trsisa hanya tirus

Aku tak mngharapkan kebhagiaan
Sebab itu mustahil kudapatkan
Aku jg tak mnghrpkn keindahan
Sebab semua telah trbagi sesuai kasta
Aku hnya inginkan. . . .
Aku bisa menikmati semua duka
Meski tanpa pernah tertawa

Aku mendengar malam brcerita pada alam
Tentang bintang , kedamaian dan jg kerinduan
Tapi sayang tak kurasakan
Aku telah hilang dalam derap
Aku hilang dlm lelap
Hilang dalam jejakku sendiri

lihat kedalam


Tak pernah terfikir jg tak pernah dirasa

Sungguh terasa berat menjadi orang lain,berusaha membuat orang yg qt sayangi agar membenci qt
Berbicara lain tentang kenyataan,membiarkan dia menampar kita untuk melihatnya bahagia. Memberikan pipi satunya lagi,ah . . . .aku brhrp ini bkn lelucon paling konyol yang sedang kulakoni
Kebahagiaan sesungguhnya saat melihatnya tersenyum nanti,biarkan saat ini dia dengan bencinya menistaku
Pada akhirnya aku juga akan merasa menang saat melihatnya bahagia,walau buakn denganku

Sepenuh hati aku tetap menyayangi,tapi dengan separuh hati kujalani sandiwara ini

senang melihatmu membenciku,memberimu awal baru tuk merasakan bahagia,memberimu ruang baru tuk menikmati hidupmu

aku tahu . . . . .aku takkan bs memiliki hatimu,ruang sempit itu tak cukup buat hatiku
maaf . . . . . .bahagiaku selalu untukmu

Sabtu, 05 Februari 2011


langit begitu cerah
pun di seberang laut tak sedikitpun mendung
tp wajah itu bgtu murung
begitu pias
dia ada dalam hujan

saat kutawarkn sayapku
trnyata tak cukup kuat tuk mmbawa@ menjauh dari hujan
saat kutawarkn mata apiku
jg tak cukup menghangatkn@

ah . . .dia lebih senang dalam hujan
menggigil hingga bi2r@ brwarna kebiruan
dia lebih suka dalam hujan
menunggu matahari yg sama terbit kembali

tuk dia yang ada dlm hujan
semoga mataharimu terbit kembali
dan sinar@ cukup tuk mnghangatknmu