Rabu, 16 Februari 2011
Jumat, 11 Februari 2011
dalam derap aku lelap

Berawal dari akhir
Namun berakhir dari awal
Hufh . . . . .
Seperti jelaga pada seluruh muka
Tak pernah sadar bhwa aku tanpa rupa
Hitam . . . Hitam . . . . Dan Hitam . . . !
Tak ada usaha yg tak mungkin
Aku telah menepis hatiku
Aku telah mengurung jiwaku
Hingga yg trsisa hanya tirus
Aku tak mngharapkan kebhagiaan
Sebab itu mustahil kudapatkan
Aku jg tak mnghrpkn keindahan
Sebab semua telah trbagi sesuai kasta
Aku hnya inginkan. . . .
Aku bisa menikmati semua duka
Meski tanpa pernah tertawa
Aku mendengar malam brcerita pada alam
Tentang bintang , kedamaian dan jg kerinduan
Tapi sayang tak kurasakan
Aku telah hilang dalam derap
Aku hilang dlm lelap
Hilang dalam jejakku sendiri
lihat kedalam

Tak pernah terfikir jg tak pernah dirasa
Sungguh terasa berat menjadi orang lain,berusaha membuat orang yg qt sayangi agar membenci qt
Berbicara lain tentang kenyataan,membiarkan dia menampar kita untuk melihatnya bahagia. Memberikan pipi satunya lagi,ah . . . .aku brhrp ini bkn lelucon paling konyol yang sedang kulakoni
Kebahagiaan sesungguhnya saat melihatnya tersenyum nanti,biarkan saat ini dia dengan bencinya menistaku
Pada akhirnya aku juga akan merasa menang saat melihatnya bahagia,walau buakn denganku
Sepenuh hati aku tetap menyayangi,tapi dengan separuh hati kujalani sandiwara ini
senang melihatmu membenciku,memberimu awal baru tuk merasakan bahagia,memberimu ruang baru tuk menikmati hidupmu
aku tahu . . . . .aku takkan bs memiliki hatimu,ruang sempit itu tak cukup buat hatiku
maaf . . . . . .bahagiaku selalu untukmu
Sabtu, 05 Februari 2011

langit begitu cerah
pun di seberang laut tak sedikitpun mendung
tp wajah itu bgtu murung
begitu pias
dia ada dalam hujan
saat kutawarkn sayapku
trnyata tak cukup kuat tuk mmbawa@ menjauh dari hujan
saat kutawarkn mata apiku
jg tak cukup menghangatkn@
ah . . .dia lebih senang dalam hujan
menggigil hingga bi2r@ brwarna kebiruan
dia lebih suka dalam hujan
menunggu matahari yg sama terbit kembali
tuk dia yang ada dlm hujan
semoga mataharimu terbit kembali
dan sinar@ cukup tuk mnghangatknmu

Dalam diam
hari ini aku ke hutan
brlindung dlm rimbunnya
sembunyi dlm lengannya
aku memeluk senja dlm gemeretaknya rahangku
setelah hjn sore tadi
aku mengecap indahnya dengan bibirku yg membiru
pucuk2 pinus mmbwa bayangmu dtng
hanya sesaat
lalu trhempas
kuraih lagi mnjdi kisi2
namun . . . .luruh lagi
ahhh . . .kau begitu agung
hingga aku tak prnh mampu mnggapaimu
malam ini aku dlm hutan
bersama gerimis ditemani aroma pohon pinus
membiarkan dingin mengoyak pori2ku
membiarkn malam melahap setiap inci dlm tubuhku
aku dalam titik beku
( brhenti di sini )
aku memohon . . . .
Tuhan . . . . .sempurnakan hidupku dengan kematian ! !
Amien . . . . . .
Langganan:
Postingan (Atom)